[Opini] Trump Mengakui Jerusalem atas Israel dan Apakah ini Momentum Persatuan Umat Islam

Jerusalem. Salah satu kota di Palestina yang memiliki potensi besar untuk menjadi kota tua yang memimpin dibidang ekonomi kedepanya yang didukung faktor sejarah yang strategis. Salah satu tempat suci umat Islam. Agama satu-satunya di dunia ini.

Israel bukan lah suatu negara. Tetapi parasit yang hidup di negara yang sah yaitu Palestina. Secara, Israel bisa kita sebut penjajah dengan sistem yang lebih matang. Israel yang mengklaim Tel Aviv sebagai ibukota mereka. Sebelum desas-desus tentang Jerusalem yang akan menjadikannya sebagai ibukota ke depanya. Saya pernah melihat vidio di youtube dimana anak-anak kecil di Palestina ditanya oleh seorang reporter untuk social experiment. Mereka diminta untuk mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel. Dengan penuh keberanian mereka menjawab tidak, bukan, itu adalah kota di Palestina. Kini ancaman itu telah nyata, ketegasan mereka mulai diuji. dimulai dengan US embassy yang akan pindah ke Jerusalem sebagai ibukota Israel.

Look: Trump will begin process to move U.S. Embassy in Israel to Jerusalem, officials say

Pemindahan US embassy ini sebagai pengakuan secara langsung dan tidak langsung terhadap Israel. Secara de jure, Jerusalem merupakan wilayah Palestina dan Israel adalah negara yang sah menurut konstitusi US. Tidak bisa dipungkiri kedekatan mereka selama ini, mudah ditebak akan adanya keperpihakan oleh US mengenai hal ini. Tahun 1945, Israel dideklarasikan sebagai negara oleh PBB yang didukung England and his allies menjadikan Palestina sebagai negara yang terpinggirkan karena kurang matangnya sistem negara mereka akibat dari penguasaan Inggris sebelum yahudi pindah ke tanah Palestina.

 

Melihat kondisi negara mayoritas muslim

Tidak bisa dipungkiri bahwa negara-negara muslim (mayoritas muslim) di timur tengah tengah diterpa gonjang-ganjing permasalahan yang bertubi-tubi. Arab saudi yang sebelumnya menjaga jarak dengan US, sekarang bahkan memberikan kesempatan US untuk membangun kekuatan di Arab Saudi. Sudah tentu ini dipandang sebagai level sekutu untuk capaian tersebut. Konflik dengan salah satu organisasi di Yaman membuat hubungan mereka semakin erat, yang satu jualan yang satu kelebihan uang, level sekutu pun sangat mudah diraih. Fokus utama yaitu tetangga mereka sudah mulai ditimbulkan, siasat apa ini? Yang sebelumnya sudah direpotkan dengan Qatar issue yang menarik beberapa negara-negara teluk.

Issu Qatar yang menyeruak seakan memberikan pesan secara gamblang bahwa negara founding terbesar pejuang Palestina ini diterpa masalah yang cukup kompleks dan dibenturkan dengan negara-negara tetangga mereka. Saudi punya PR lagi, negara-negara teluk memiliki opini masing-masing. Qatar semakin repot, fokus terpecah. Negara-negara teluk memiliki tembok dan terkotak-kotak. Akibatnya, founding untuk Palestina disorot, terhambat dan terancam. Apakah ini Devide et empera? Possibly.

Apakah ada yang bisa kita harapkan dari Suriah, Irak, Afganistan? Mereka tengah kerepotan menangani masalah keamanan di negeri mereka. Ditambah Supply US untuk angkatan bersenjata mereka, termasuk personil, memberikan pesan jelas who lead them.

Iran memiliki gap perbedaan yang besar dalam hal opini dari US mengenai nuklir. Dan penulis jarang sekali membaca mengenai langkah Iran terhadap Palestina. Namun secara gamblang Iran bermasalah terhadap Israel, secara dimedia masa. Dilihat dari aspek yang lebih dalam, Iran setelah revolusi yang kini dikuasai Syiah memiliki masalah dengan Sunni yang mayoritas menduduki Palestina. Naluriah, Iran akan bertindak untuk menguntungkan negaranya.

Mesir memiliki sejarah konflik yang panjang dengan Israel memiliki potensi yang sangat besar untuk bisa memberikan gentar terhadap Israel. Lagi-lagi, US support to much kepada pertahanan Mesir, secara politik, US sudah menenangkan Mesir sebagai penengah selagi ada masalah dengan Israel. Support US sebenarnya bukan mutlak Mesir tidak bisa berbuat apa-apa, namun cukup untuk menahan dan berfikir agar tidak melakukan tindakan yang merugikan hubunganya dengan US.

Yordania pun mendapat supply dari US. Namun dia tetap konsisten dalam berpendirian. Lokasi yang berbatasan dengan Israel membuat negara ini harus merencanakan secara matang setiap langkah, sehingga ketegasan menjadi teralihkan.

Pakistan sedang disibukkan dengan Taliban yang ada didalamnya. Dilematis negara ini hadir terhadap Taliban, terkesan malu-malu untuk berpihak. US Navy menangkap Osama bin Laden di Pakistan tanpa ijin merupakan tanda bahwa US pun mulai curiga terhadap Pakistan yang terkesan melindungi orang-orang buruanya. Karena sungguh pelanggaran besar Army Force masuk ke dalam wilayah kedaulatan negara yang sah tanpa adanya ijin. Pakistan dibuatnya terombang ambing.

India bahkan tidak bisa berbicara mengenai hal ini. Negara berpenduduk Islam terbesar dalam hal jumlah setelah Indonesia adalah India. Tidak bisa dipungkiri, India dengan penduduk yang besar memiliki penduduk muslim yang besar pula, walaupun dalam hal prosentase masih belum mengimbangi Indonesia dan negara-negara teluk. Meskipun begitu dengan pemerintahan yang masih berpihak kepada Israel sangat sulit untuk menyuarakan dukungan untuk Palestina. Keperpihakan kepada Israel dapat dilihat dari kedekatanya di dalam pertahanan.

Yang paling bisa diharapkan adalah Turky. Memiliki effek gentar dan power ganda. karena memiliki dua kunci penting. Pintu kemajuan ekonomi Eropa dan Muslim Identity yang tidak bisa dipisahkan. Eropa bahkan dipaksa mengalah menerima Turky sebagai NATO setelah memiliki sejarah yang panjang. Turky menjadi anak nakal NATO karena perbedaan sikap dan langkah-langkahnya yang sesekali berlawanan dengan mayoritas negara Eropa. Mulai dari berani menekan Islamopobia yang mereka ciptakan, dilihat dari Erdogan memperingatkan Merkel. Membeli sistem pertahanan udara dari Russia yang notabenya adalah musuh NATO yang notabenya adalah testing the water untuk Eropa. Turki menunjukkan siasat politik jitu yang mampu mengamankan Eropa atas tindakan-tindakan yang berpotensi menimbulkan gejolak diplomasi akibat menentang arus. Kini, pidato Erdogan adalah yang paling terdepan dan keras menentang keputusan US mengenai Jerusalem atas Israel. Dialah yang menginisiasi konsolidasi antar negara muslim di dunia yang akan dilaksanakan di Turky.

 

Melihat strategi Israel, negara kecil yang besar

Israel, negara bentukan PBB yang dimana dideklarasikan tidak lama sekitar 2 tahun setelah pembentukan PBB itu sendiri sekitar 1945. Kedekatan US dan Israel tidak terbantahkan lagi, andil besar US atas Israel bukanlah teori saja, begitu juga sebaliknya. Seoalah-olah PBB dibentuk hanya untuk membentuk Israel saat itu. Sampai sekarangpun, kalau kita cermati secara mendalam, kepentingan-kepentingan tidak jauh dari itu. Palestina yang dikuasai inggris setelah PDII dan Yahudi yang disokong oleh inggris telah menemukan momentumnya untuk mengawali kependudukan atas wilayah Palestina. Mulailah mereka berbondong-bondong pindah ke Palestina dengan memanfaatkan kebaikan hati rakyat Palestina atas ‘Holocaust’ yang mereka alami. Sampai saatnya tiba untuk mendeklarasikan diri sebagai negara Israel.

US adalah kaki tangan yang sangat tepat untuk agenda-agenda Israel atas palestina. Setelah begitu pahit perang dengan negara-negara teluk, Israel mulai mencari jalan halus untuk bisa menunjukan eksistensinya. Karena saat itu, konsistensi negara teluk adalah ancaman nyata yang sulit di takhlukkan. Bukankah kita bisa rasakan sekarang, kini penjajah itu semakin menjadi negara yang semakin berdaulat. Palestina menjadi bak penjara terbesar di dunia.

Timur tengah sedikit demi sedikit mulai diberi PR untuk memecah potensi persatuan yang bisa merepotkan mereka. Bisa kita lihat di Syiria, Yaman, Irak, Afganistan. Di Turky pernah dirundung masalah kudeta. Pakistan dengan issue Taliban. Issue Qatar yang menarik beberapa negara. Ini menciptakan resistensi untuk bersatu. Mereka adalah poin-poin penting yang tengah dan telah di ‘aman’ kan.

Mungkin ini merupakan momentum yang tepat bagi Israel dan US untuk memproklamirkan diri keperpihakanya. Setelah carut-marut negara-negara teluk dibuatnya, Palestina seolah berjuang sendirian tanpa support sedangkan dukungan mental dan material dari saudara-saudaranya sedikit demi sedikit mulai digerokoti.

 

Titik Balik, semakin di tekan semakin timbul

Dimana posisi Indonesia? Ijinkan saya jabarkan opini penulis disini. Indonesia sejatinya adalah penduduk muslim terbesar di dunia. Indonesia dengan fleksibilitas yang tinggi terlihat dari politik luar negrinya yang bebas aktif. Diusia muda Indonesia sudah konsekuen untuk berpihak kepada Palestina setelah kependudukan Israel. Dengan jelas bahwa founding father kita Ir. Soekarno dengan gablang bahwa Indonesia akan terus membela bangsa Palestina. Ini memberikan kekuatan secara harafiah bahwa bangsa Indonesia dan Palestina terus terhubung.

Kondisi Indonesia dan US saat ini dalam hal dagang dan pertahanan bersifat saling menguntungkan. Terkhusus di dalam hal pertahanan, Indonesia memiliki pengalaman pahit dengan US karena embargo militer yang diberlakukan tahun 1998. Akibatnya, alat-alat militer kita seperti kaleng-kaleng bergelimpangan. Dalam hal ini, maka tentu memberikan plus dan minus yang tidak bisa ditebak akan condong ke arah mana, ditambah hubungan dengan Russia semakin erat.

Saat ini, issue agama sangatlah kencang digaungkan. Islam sebagai pemangku keseluruhan rakyat diterpa isu-isu diskriminatif dan cenderung menyudutkan islam itu sendiri sebagai mayoritas. Entah ini ulah siapa dan untuk manfaat apa. Yang pasti di mulai dari Ahok yang menistakan Islam, seharusnya selesai dengan hukum yang berlaku tetapi ternyata telah dikompori menjadi isu berkelanjutan. Masyarakat yang terpecah, banyaknya pengkajian baik dalam hal sosial, politik, budaya dan agama itu sendiri. Isu-isu diciptakan dari berbelit-belitnya hukum, dibumbui oleh komentar-komentar yang beragam. Akibatnya, umat Islam yang dahulunya tidak ambil pusing dalam pemilihan ‘wali’ kini berfikir dan mencari tahu. Banyaknya kajian, diskusi, forum yang membahas didukung dengan antusisas warga menjadikan sarana edukasi Islam yang sangat efisien. Sangatlah tidak disangka, efek yang ditimbulkan adalah persatuan akibat dari pengetahuan umat yang semakin luas. Efek solidaritas yang ditimbulkan dari satu pemikiran yang menunjang. Rindunya umat Islam akan persatuan umat yang terpecah sejak jaman dahulu sebelum masyumi runtuh. Semakin digaungkan, ditekan, semakin kuat dan solid.

 

The Union of Risalah 

Pernyataan dukungan Trump yang bukan hanya menggegerkan negara timur tengah namun hampir di seluruh dunia, tidak terkecuali Eropa. Tingginya dampak stabilitas keamanan yang terukur serta ekonomi negara-negara timur tengah terhadap negara-negara di Eropa tidak bisa dipungkiri. Mengkhawatirkan Uni Eropa yang kini tilanda masalah kesulitan.

Turky memang saat ini sangatlah keras menentang Trump bahkan isi pidatonya itu sangatlah kental akan pesan diplomatik. Mengapa Erdogan berani begitu, karena Eropa telah diamankan oleh beliau. Pintu perkembangan Eropa adalah Jerman. Pintu kemajuan Jerman adalah Turky. Walaupun Merkel masih malu-malu mengakuinya. Namun, sangat tidak logis presiden sekelas Erdogan bertindak secara sembrono dan spontan tanpa ‘persiapan’ keunggulan strategis yang menunjang.

Erdogan menggunakan OKI untuk mencounter Trump. OKI bukanlah kekuatan utama Islam saat ini, karena negara-negara timur tengah masih dilanda adu domba. Namun langkah ini lah yang menurut penulis disinyalir akan menjadi pintu satu-satunya yang dituju. Pintu kebersamaan dan pintu persatuan. Indonesia adalah salah satu anggotanya.

Potensi Indonesia yang saat ini masih memiliki semangat dalam persatuan Umat Islam ini sangatlah penting. Efect secara tidak langsung memberikan pesan bahwa Indonesia siap untuk merundingkan segala kemungkinan yang terjadi kedepan. Seandainya berkoalisi untuk kedepan membela Palestina maka bisa dipastikan yang siap untuk menjadi koordinator diantaranya adalah Turky dan Indonesia. Dilihat dari jumlah umat Islamnya maka Indonesia memimpin.

Pertanyaanya adalah apakah ini mungkin terjadi? apakah Umat Islam sudah siap? apakah Indonesia mampu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s