Ketika jalan itu berbeda (Sebuah Cerpen #3)

Sebuah penantian panjang di jalan yang sebenernya adalah jalan para penakhluk akherat. Tak pernah terfikir bahwa jalan itu akan menjadi sebuah jalan yang di idam idamkan oleh para pencari surga. Dakwah yang memiliki arti luas. Ketika itu aku sedang membangun motivasi untuk menghidupkan mimpi belajar ilmu dunia di negeri asing yang jauh dari tanah air.

Saat itu aku sedang berada di bangku sarjana satu dimana serangan skripsi sedang membabibuta. Waktu hanya bak sebuah awan yang silih berganti, kadang mendung, kadang cerah. Dan hanyalah kopi sebuah teman untuk menemani gelap saat itu. Dan yang ku tahu hanyalah ilmu dunia. Diskusi hampir setiap waktu, entah tentang jodoh, skripsi hingga masalah negara. Seorang kandidat master merupakan salah satu teman diskusi mengenai skripsi ku. Semakin lama berdiskusi semakin bertambah pula motivasi untuk melanjutkan study. Dia adalah the one yang mampu meyakinkan saya bahwa penting melanjutkan study.

Ketika itu sedang bosan, skripsi terhenti dan banyaknya masalah seperti nasi yang selama ini ku makan. Film merupakan opsi terbaik untuk membunuh kejenuhan. Maka jatuhlah pilihan untuk melihat film yang dibintangi oleh Acha Septiasa sebagai Hanum Salsabiela yang bercerita mengenai perjalananya di negri nan jauh disana. Menjadikan inspirasi untuk memupuk mimpi untuk meranatu di negri yang jauh seperti suaminya. mengejar gelar demi negara yang lebih baik. Namun ada yang beda, sudut pandang ini yang memberikan kesan bahwa perjalanan mereka bukanlah perjalanan biasa. Ialah mencari Cahaya keselamatan.

Tibalah mimpi itu nyata. Terbanglah aku menuju Negara di Asia timur, tidak lah seperti yang aku impi-impikan di negeri dimana film itu berada. Alhamdulillah, semoga mendapat pengalaman yang sama, karena Allah Maha Adil. Mampu merantau, melangkahkan kaki di sebuah negri yang cukup jauh untuk menantang mental. Bisakah anak muda culun yang hanya mengandalkan motivasi diri untuk melawan ekspektasi dunia. Dalam doaku sempat aku nyatakan, semoga aku bisa memahami islam dengan pengalaman seperti yang pernah aku tonton.

DSC_0027#Fiksi #Cerpen #Cerbung #StoryTeller

 

Yuk ikuti ceritanya:

Suatu Kursi di Tengah Kampus (sebuah Cerpen #1)

Tentang Sebuah Jalan (sebuah Cerpen #2)

Advertisements

3 thoughts on “Ketika jalan itu berbeda (Sebuah Cerpen #3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s