Suatu Kursi di Tengah Kampus (sebuah Cerpen #1)

Suatu saat yang dinanti, saya berjalan keluar menanggapi emosiku yang sedang butuh udara fresh. Keluar dari lab merupakan suatu pilihan yang tepat untuk menyejukkan emosi sesaat. Inilah saya Tyo yang berkuliah di kampus NCU di Taiwan. Berjalan sendiri, mencoba berpartisipasi dengan hiruk pikuk kampus, menyusuri jalan yang terkadang hanya sebuah formalitas saja. Demi emosi.

Sore itu udara cukup panas, padahal minggu lalu dingin bak es datang terus. Ternyata musim semi itu tak dapat di prediksi. Kini panas dan dingin hanyalah formalitas saja, tak ada yang pasti. Dengan jaket biruku yang selalu ku bawa, yah karena cukup hangat dibandingkan hari hari sebelumnya.

Cukup hanya sang senja saja yang datang menemani dan sebuah kursi. Kursi taman. Kursi ini istimewa. Apa istimewanya? Dia menghadap sesuatu. Terletak ditengah pertigaan jalan taman dia membisu, sepi, sendiri. Kini ku temani. Dia membelakangi hiruk pikuk di belakangnya. Orang-orang yang tak memperhatikanya, pedulinya hanya untuk dirinya. Mengapa dia membelakanginya? Bukankah itu jalan? Tidaklah bosan seharusnya, karena banyaknya yang lalu lalang silih berganti.

DSC_0049

#Fiksi #Cerpen #Cerbung #StoryTeller

 

Yuk ikuti ceritanya:

Tentang Sebuah Jalan (sebuah Cerpen #2)

Ketika jalan itu berbeda (Sebuah Cerpen #3)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s